Showing posts with label aktivitas. Show all posts
Showing posts with label aktivitas. Show all posts

Tuesday, June 15, 2010

STUDI EKSKURSI LPJKD-SUMUT 2010 BEIJING-SHANGHAI

Kunjungan ke negeri China (Beijing-Shanghai) dilaksanakan sesuai dengan program kerja LPJKD-SU tahun 2010 dimulai dari tanggal 21 Mei 2010 sampai dengan 28 Mei 2010 dengan total jumlah peserta sebanyak 29 orang yang merupakan perwakilan dari ke empat unsurnya.

Berikut catatan perjalanan yang kami kutip dari tulisan salah satu peserta.

Catatan Ringan Kunjungan LPJKD Sumut Beijing 2010

By: Murlan Tamba

Tiada kata yang tepat kecuali berdecak kagum, takjub, mencengangkan dan terkesima ketika melihat infrastruktur dan keteraturan kota Beijing. Kota yang berpenduduk 17 juta jiwa dengan jumlah kenderaan mencapai 4 juta yang sebelum dikenal dengan kota bersepeda, sehingga untuk mengatasi kemacetan harus dilakukan beberapa strategi.

Setelah proses pendaratan mulus di bandara Beijing (termasuk 10 besar yang paling sibuk di dunia) Jumat malam /21 Mei 2010 jam 22.30 melalui penerbangan panjang hampir satu hari sejak pagi yang dimulai jam 9.30 Medan-Kuala Lumpur dengan pesawat Malaysia Airlines. Setelah transit di KL dilanjutkan penerbangan dengan Cathay Facific menuju Hongkong dan HK – PEK by China Air. Rombongan terdiri dari 29 orang mewakili Pengurus LPJKD Sumut yang terdiri dari empat unsur asosiasi perusahaan asosiasi profesi, unsur pemerintah dan unsur pakar atau perguruan tinggi.

Rombongan disambut oleh tour guide yang sangat ramah Shandy yang memiliki tingkat humor yang tinggi dengan kemampuan bahasa Indonesia relatif bagus, walaupun kadangkala anggota rombongan memperbaiki ucapannya untuk menyebut ‘menonton’ dengan logat khasnya menyebutkan dengan menoton.

Sambil menghilangkan kecapekan dari bandara menuju hotel didalam bus Shandy, tour guide menyampaikan informasi tentang transportasi di Beijing terutama dalam mengatasi kemacetan akibat menumpuknya kendaraan di jalan raya, pemerintah memberlakukan larangan dan kebebasan bagi kendaraan melintas di jalan raya dengan berpatokan pada nomor plat ganjil dan nomor plat genap. Kendaraaan dengan nomor polisi yang angka terakhirnya genap atau ganjil memiliki hari-hari tertentu di mana mobil tersebut tidak boleh dipergunakan. Apabila kendaraan ini terlihat digunakan, maka pengemudi mobil tersebut akan ditindak sesuai hukum yang berlaku. Kebijakan ini muncul pada saat kota Beijing menjadi tuan rumah Olimpiade pada bulan Agustus 2008 dan diterapkan kembali sejak tanggal 11 Oktober 2008. Tujuannya semata-mata bukan saja mengurangi kepadatan lalu lintas, namun juga menciptakan udara kota yang bersih. Dengan ketentuan tersebut, beberapa kendaraan milik pemerintah, juga kendaraan milik perusahaan swasta dan pribadi, diharapkan akan "hilang" dari peredaran di jalan raya selama adanya ketentuan itu.

Ketentuan yang berlaku adalah mobil yang memiliki plat nomor akhir angka 1 dan 3 hanya boleh melintas pada hari Senin, sementara kendaraan dengan plat nomor akhir 2 dan 4 hanya boleh melintas pada hari Selasa. Kendaraan dengan plat nomor akhir 5 dan 7 hanya boleh melintas pada hari Rabu, plat nomor akhir 6 dan 8 hanya boleh melintas pada hari Kamis dan plat nomor akhir 9 dan 0 hanya boleh melintas pada hari Jumat. Sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu semua pemilik mobil pribadi diijinkan untuk menggunakan mobil pribadinya. Jadi besok Sabtu, Beijing itu macet, kata Shandy sambil menjelaskan berbagai tempat menarik objek wisata yang akan dikunjungi oleh LPJKD Sumut besok.
Setelah kecapean tidak terasa rombongan telah tiba di Hotel Sariz terletak di pusat "Cina Sillicon Valley" daerah dan daerah perbelanjaan baru, yang antara Ring Road Ketiga dan Keempat Ring Road Beijing.

Setelah istirahat malam pertama di Beijing dan sarapan pagi di Hotel Sariz, rombongan LPJKD pagi Sabtu, 22 Mei 2010 berkunjung ke toko obat. Begitu masuk bangunan megah tersebut, langsung disambut dengan berseragam putih, dan seorang professor yang pernah tinggal di Surabaya memperkenalkan Tong Ren Tang sebagai toko obat yang sudah ternama dan tepercaya di dalam maupun luar negeri dan menceritakan bahwa Tong Ren Tang adalah penyuplai obat-obatan untuk dua mantan presiden RI, Soekarno dan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. ”Bahkan, (Gus Dur) sempat dua kali datang untuk berobat ke Tong Ren Tang, yaitu tahun 2000 dan 2004,” ujarnya.

Tokoh penting lain yang mengonsumsi obat-obatan dari Tong Ren Tang adalah Norodom Sihanouk dan ibu dari Presiden Bush.

Tahap berikutnya tahap pemeriksaan oleh professor dengan menggunakan jas seperti dokter memeriksa kesehatan tubuh kami masing-masing. Ini gratis, ungkap mereka. Proses pemeriksaan dilakukan dengan mencium bau badan dan mulut, melihat raut muka, menanyakan asal, umur, dan mengecek denyut nadi. Kurang dari lima menit, para profesor ini sudah bisa memberikan diagnosis. Mereka kemudian menawarkan daftar nama obat yang dibutuhkan. Inilah tujuan final dari semua rangkaian kegiatan yang kami alami sejak memasuki Tong Ren Tang: menjual produk. Beberapa rekan dari rombongan ada yang beli untuk satu bulan, tiga bulan malah untuk periode enam bulan. Sambil bergerak meninggalkan tempat jula obat tersebut menuju Forbidden City dan Lapangan Tiananmenl, mulai canda dari rekan-rekan yang membeli obat.

Sambil menikmati perjalanan, Shandy di dalam bus menjelaskan perjalanan berikutnya menuju Forbidden City.

Shandy dengan tekun menjelaskan di beberapa titik bangunan yang dikenal memiliki nilai sejarah semenjak Dinasti Ming. Forbidden City sering disebut juga dengan "Istana Terlarang", terletak persis di tengah-tengah kota kuno Beijing, merupakan istana kerajaan selama periode Dinasti Ming dan Dinasti Qing. Lokasi ini memiliki luas 72 ha, dengan berbagai bangunan kuno yang menarik.

Peserta sambil mendengar pesan yang disampaikan, di balik keramaian photo dengan berbagai pose tiada henti, termasuk dalam hal ini istilah ‘photo cantik’untuk menyebut guyonan rekan kamera DSLR yang dimiliki oleh seorang teman. Memang rekan-rekan dari LPJKD Sumut ini hampir semua adalah photogenic.

Setelah hampir 2 jam rombongan mengelilingi istana terlarang, forbidden city. Rombongan bergerak menuju lapangan Tiananmen. Lapangan Tiananmen dapat diakses dari lapangan istana terlarang tersebut melalui Gerbang Tiananmen dan dihubungkan dengan under pass, terowongan. Lokasi tersebut dikelilingi oleh suatu wilayah luas yang disebut Kota Kerajaan. Lapangan yang sangat popular ini disekitarnya ada bangunan pemerintah, museum nasional rakyat dan lain-lain gedung megah.

Di lapangan ini tidak diperbolehkan menggelar spanduk tatkala berphoto bersama. Sebuah ketegasan mungkin agar tidak punya kesan demontrasi (?), ada beban historis tahun 1989. Lapangan yang terluas di dunia tersebut memiliki nilai historis.

Di sini para pengunjung mengabadikan diri dengan berphoto ria, demikian juga rombongan selain photo kamera cantik, pribadi juga photo professional yang tersedia. Setiap lembar dikenakan biaya 100 Yuan.

Setelah menikmati indahnya lapangan ini, akhirnya rombongan bergerak berjalan menelusuri lapangan menuju bus dan karena sudah kelaparan Shandy, pemandu mengajak tim LPJKD Sumut ke tempat makan. Semua kelaparan, melahap habis makanan ala China yang dimiliki pengusaha restoran berasal dari Turki tersebut.

Friday, May 7, 2010

Ultah LPJKD-Sumut ke X


Ketua Umum LPJKN Malkan Amin pada Ultah ke 10 LPJKD Sumut:

Banyak Kontraktor yang Dulu Mapan Mulai Jual
Alat dan Mobil karena Tak Dapat Proyek
Medan ( SIB )

Makin kuatnya dominasi perusahaan-perusahaan Jakarta dan plat merah atau BUMN merambah proyek-proyek APBN maupun APBD di Sumut diakui membuat kondisi pengusaha konstruksi local semakin menurun ekonominya. Bahkan, banyak pengusaha senior di Sumut yang dulu mapan belakangan mulai bangkrut satu persatu.

Kondisi ini dikhawatirkan akan makin parah bila terlalu diberi kebebasan terhadap perusahaan konstruksi asing ikut merambah semua proyek nasional sehingga bisa berdampak bagi kekuatan ekonomi nasional ataupun masing-masing daerah. Untuk itu pemerintah pusat maupun daerah mau tidak mau harus peduli dalam memberdayakan pengusaha-pengusaha local.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi V DPRD RI Malkan Amin pada acara ulang tahun ke-10 LPJKD Sumut yang dilaksanakan di Griya Dome Medan, Sabtu ( 1/5 ) malam. Acara itu dihadiri Ketua Umum LPJKD Sumut Ir.Murniati Pasaribu, Sekretaris Umum Ir Robertman Sirait dan anggota Dewan Pengurus di antaranya Ir. Jonner Hutagaol, MM dan Ir. Ruslan Girsang serta Ketua Majelis LPJKD Ir. Lancar Siahaan dan Sekretaris Majelis Ir. Sihar Cibro. Para mantan Ketua dan Pengurus LPJKD Sumut yang hadir di antaranya Ir. Saut B. Pardede, Ir Tonggo Sihaan dan Ir Juara Pangaribuan.
Sedangkan para pengurus asosiasi perusahaan pelaksanaan maupun konsultan konstruksi yang hadir antara lain Ir. Junjungan Pasaribu ( ATAKI ), Ir. Junedi ( Gabkaindo), Erikson L. Tobing ( Gapeksindo ), Ir. Harry Marbun ( AABI ), Ir. Goentono ( Inkindo dan lain-lain.
" Saya ingat banyak teman-teman saya pengusaha lokal termasuk di Sumut yang dulunya mapan, eh sekarang sudah mulai jual peralatannya. Takutnya kalau tidak pernah dapat pekerjaan lagi mobilnya pun akan terjual, bagaimana pula mereka menggaji karyawannya," ungkap Malkan yang juga Ketua Umum Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi ( LPJK ) Nasional atau pusat itu prihatin. Menghadapi era globslisasi terutama dengan pemberlakuan Asean- Cina Free Trade Agreement ( ACFTA ) yang sudah didepan mata, Malkan mengkhawatirkan akan semakin banyak pengusaha local yang makin terpuruk kalau tidak segera diperhatikan pemerintah.
Malkan yang angota Panitia Anggaran di DPR RI ini mengatakan APBN pemerintah beberapa tahun terakhir telah mencapai Rp 1000 Triliun dan itu tergolong kecil untuk sector infrakstruktur." Dengan anggaran untuk insfrakstruktur itu saja banyak pengusaha local yang tidak kebagian pekerjaan apa lagi apabila anggaran itu ikut diambil perusahaan asing yang merambah," katanya.
Ia meminta pemerintah darah juga bertanggung jawab memberdayakan kontraktor di Sumut dengan proyek-proyek insfrakstruktur menggunakan dana APBD agar memiliki kekuatan modal meghadapi persaingan bebas dari luar negeri.
Di sisi lain ia meminta kepada seluruh kontraktor dalam berbagai asosiasi perusahaan pelaksanaan maupun konsultan yang ada di Sumut Bersama LPJKD dan LPJKN untuk kompak dalam mengembangkan kinerja dan kualitasnya." Kami di DPR RI berjanji memperjuangkan nasib kontraktor nasional secara umum agar di perhatikan pemerintah. Sector kontruksi selama ini berpotensi untuk praktek korupsi oleh pemerintah. Di sisi lain saya berharap kontraktor jangan ikut-ikutan melakukan praktek KKN," katanya.
Sementara itu, asisten Ekbang Pempropsu Zaili Azwar mewakili Gubsu dalam sambutannya hanya menyampaikan yang normatife tanpa ada komitmen dukungan dan kepedulian terhadap nasib kontraktor local Sumut yang belakangan sering meneriakkan protes akibat banyaknya proyek-proyek APBD Sumut yang diberikan kepada perusahaan Jakarta maupun BUMN.

Pameran Jasa Konstruksi & Seminar Nasional


LPJKD-Sumut Gelar Pameran Jasa Konstruksi & Seminar Nasional


Untuk pertama kalinya pameran jasa konstruksi digelar di Medan. Pameran yang direncanakan 30 April-1 Mei 2010 di Griya Dome Center Medan itu, dilaksanakan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah ( LPJKD ) Sumut dalam rangka perayaan HUT ke- X, LPJKD Sumut.

Ketua Panitia HUT LPJKD, Ruslan Girsang menjelaskan, pameran jasa konstruksi tersebut akan diikuti puluhan peserta. Antara lain menampilkan produk material jasa konstruksi, informasi keselamatan pembiayaan jasa konstruksi.
Peserta yakni PT. Growth Sumatera dan Asosiasi Aspal Beton Indonesia (AABI) sebagai sponsor utama, PT Atap Teduh Lestari, PT Panaisah Utama, A2K4, PT SIKA Indonesia, PT Adi Karya, PT Adi Mix, PT Asesori Pipa, PT Retona , Jamsostek dan Bank Sumut, dll.


" PT Growth Sumatera, salah satu pemasukan utama besi baja ke proyek Bandara Kualanamu, PT SIKA Indonesia untuk atap kualanamu. Tentunya akan semakin memperkaya khasanah pelaku jasa konstruksi. Demikian juga Bank Sumut dengan produk jasa konstruksinya akan mempermudah pengetahuan informasi pembiayaan jasa konstruksi kepada kontraktor," jelas Ruslan.



Hal ini disampaikannya usai rapat persiapan pelaksanaan perayaan HUT ke-X, LPJKD Sumut di kantor LPJKD Jalan Alfah Medan, Jumat ( 16/4 ). Rapat itu di ikuti Ketua Umum Dewan Pengurus LPJKD SUMUT Murniati Pasaribu, Sekretaris Umum Robertman Sirait dan Jajaran pengurus lainnya, serta para peserta pameran.


Selain pameran, kata Ruslan, serangkaian HUT itu juga meliputi Seminar Nasional Jasa Konstruksi juga digelar pada 30 April. Tiga pembicara nasional dihadirkan, yakni Direktur Multirateral merangkap Ditjen Kerjasama Perdagangan Internasional Kementrian Perdagangan RI, Ir Sondang Angreini Sitompul MA dengan topik " Perdagangan Bebas Dan Globaisasi ".


Kemudian Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka Kementrian Perindustrian RI, Ir Anzhari Bukhari MBA dengan topic " Standardisasi Bahan/ Barang" dan Deputi Bidang Pengembangan Regional dan Otonomi Daerah Bappenas RI, DPR Max H. Pohan dengan topic " Kebijaksanaan dan Regulasi Pembangunan Menghadapi Globalisasi".


Ruslan menambahkan, Wagubsu Gatot Pujougroho akan tampil sebagai keynote speaker dengan topic" Kebijaksanaan Pembangunan Infrakstruktur di Sumut dalam menghadapi Globalisasi". Peserta seminar terdiri dari para pelaku jasa konstruksi, bupati/walikota se-Sumut dan piahk-pihak yang terkait yang jumlahnya diperkirakan mencapai 300 orang.


Digelarnya juga Musyawarah Kerja Daerah ( Mukerda ) LPJKD Sumut dan puncaknya malam resepsi HUT LPJKD Sumut yang berlangsung di tempat yang sama pada, Sabtu malam (1/5). " Pertandingan olah raga dan lomba photo jasa konstruksi, juga digelar memeriahkan perayaan". Jelas Ruslan.


Ketua Umum LPJKD Sumut, Murniati Pasaribu mengatakan, pada prinsipnya kegiatan HUT LPJKD digelar untuk menyatakan persepsi dan pemahaman terkait pengembangan jasa konstruksi di Sumut."Melalui kegiatan, diharapkan tercipta sinergi dan kerjasama yang terintegrasi untuk sama-sama membangun Sumut", ujar Murniati. Dari: Medan Bisnis-Medan/Benny Pasaribu

Monday, November 16, 2009

PELATIHAN MANAJER KONTRAKTOR



Pelatihan Manajer Kontraktor Kecil dan Menengah (MK) kerjasama antara Balai Pelatihan Jasa Konstruksi PUSBIN KPK - BPKSDM - DEPT. PEKERJAAN UMUM dengan LPJKD Sumut diselengggarakan sejak tanggal 16 - 20 Nopember 2009 bertempat di Kantor LPJKD Sumut dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Pelatihan Jasa Konstruksi didampingi oleh Ketua Umum, Sekum dan Kebid. Diklat DP LPJKD Sumut.
20 orang peserta pelatihan adalah merupakan PJT badan usaha Gred 2-4 yang telah mengikuti Pelatihan Pengembangan Kinerja PJT angkatan 1-3 yang diselenggarakan oleh DP LPJKD Sumut sebelumnya.
Modul Pelatihan terdiri dari: 1. UU No.18/1999 - Jasa Konstruksi. 2. Teknik Konstruksi. 3. Perencanaan & Pengendalian Waktu. 4. K3. 5. Bisnis Kontraktor. 6. Kewirausahaan. 7. Asuransi. 8. Perpajakan. 9. Perbankan. 10. Dokumen Kontrak. 11. Manajemen Logistik Proyek. 12. Manajemen Keuangan. 13. Analisa Keuangan. 14. Akuntansi Keuangan.
Dengan tenaga instrukstur dari Balai Pelatihan Jasa Konstruksi 2 orang, Ir. Imam Pranoto, Ardiman Ahmad, SE, MM dan dari LPJKD Sumut 1 orang, Ir. Goentono serta Asuransi Purna Artanugraha Cabang Medan, PT. Bank Sumut, Kantor Perpajakan Medan.

Sunday, November 15, 2009

Pertemuan - III Kaukus LPJKD.

Pertemuan ke III Kaukus LPJKD se-Indonesia dilaksanakan di Inna Beach Kuta Hotel, Bali pada tanggal 11-12 Nopember 2009 dengan thema "Sembilan Tahun LPJKD : Peran, Kenyataan dan Harapan".
Pertemuan ini di buka secara resmi oleh Koordinator Kaukus LPJKD dengan dihadiri oleh DP LPJKN, BPKSDM-DEPT. PU dan Utusan DP LPJKD se-Indonesia.
Setelah penyampaian pembekalan dari BPKSDM dan LPJKN serta diskusi secara interaktif dengan para nara sumber, pertemuan dilanjutkan dengan pemaparan dan diskusi oleh peserta Kaukus dimana masing-masing LPJKD diberikan kesempatan untuk menyampaikan permasalahan yang dihadapi di daerahnya dan juga menyampaikan usulan maupun saran serta masukan untuk diformulasikan kedalam rekomendasi sebagai hasil kesepakatan bersama yang akan disampikan kepada DP LPJKN, pihak external (BPKSDM, LKPP dll).
Rekomendasi hasil pembahasan bersama di formulasikan menjadi:
A. EXTERNAL
Rekomendasi kepada pihak external dikategorikan untuk: Revisi UU No.18/1999 tentang Jasa Konstruksi, Revisi PP No.28/2000, belum adanya hal yang mendesak untuk dilakukannya revisi dan bila revisi tetap harus dilaksanakan maka LPJKD merekomendasikan agar peran dan eksistensi Lembaga, hal keuangan/sumber dana operasioanal Lembaga diatur secara jelas; sedangkan untuk Revisi Keppres No.80/2003 direkomendasikan agar LPJKN mengambil peran aktif mengawal revisi dengan mempertahankan eksistensi asosiasi perusahaan/profesi dan Lembaga/LPJK dalam pelaksanaan Sertifikasi/Registrasi SBU, SKA/SKTK dan penetapan klsifikasi/Kualifikasi.
LPJKN agar melakukan koordinasi dengan LKPP untuk pembahasan bersama dalam rangka sinkronisasi dan finalisasi naskah Revisi Keppres No.80/2003 dan bila perlu melibatkan LPJKD se-Indonesia.
B. INTERNAL
Rekomendasi kepada pihak internal menyangkut kepada hal-hal: STI (penyempurnaan sistem, data base, statistik, dan administrasi), dan khusus untuk perubahan data Gred 2-6 dimintakan agar LPJKD diberikan wewenang memprosesnya secara langsung karena selama ini membutuhkan waktu agar terproses oleh LPJKN;
Perimbangan keuangan untuk SBU, SKA/SKTK, Blanko, Materai Leges kiranya diformulasikan dengan memperhatikan sitem subsidi, serta memperhatikan jumlah SBU, SKA/SKTK per Daerah;
Revisi peraturan lembaga agar memperhatian masa sosialisasi di Daerah, dan dimintakan konsistensi pelaksanaannya di lapangan yang masih membutuhkan peran LPJKN untuk meningkatkan pengakuan di lingkungan Pemerintah dan Swasta;
Proses pembentukan Badan Advokasi di Daerah dapat dipercepat dengan segera melakukan uji Penilai Ahli yang pesertanya adalah utusan dari LPJKD.
Diharapkan agar rekomendasi internal ini akan disampaikan secara tertulis oleh Koordinator Kaukus LPJKD serta ditindaklanjuti dengan pertemuan dengan DP LPJKN secara langsung dikantor LPJKN.

Sunday, November 8, 2009

DP LPJK SUMUT BERTEMU KAKANWIL-I JAMSOSTEK


Bertempat di Ruang kerja Kakanwil-I Jamsostek dilaksanakan pertemuan dengan DP LPJKD-Sumut pada hari Senin, 09 Nopember 2009 dimulai sejak jam 11.00 WIB.
Kakanwil-I Jamsostek Dr. H. Mas' ud Muhammad, MM didampingi oleh Taslim Djamal Kabag. Progus serta Sanco Manullang selaku Humas, sedangkan dari DP LPJKD hadir Sekretaris Umum Robertman Sirait, Kebid. Diklat Jonner Hutagaol, Kebid. Perusahaan Edi Usman dan Robinson Sijabat selaku anggota.
Pada pertemuan ini DP LPJKD-Sumut menyampaikan tentang kerjasama pemasyarakatan K3, sosialisasi Jamsostek dan adanya penghargaan bagi badan usaha yang zero klaim, dan adanya beberapa kendala yang dialami kontraktor dilapangan dalam kerangka keikut sertaan sebagai peserta Jamsostek.
Kakanwil-I Jamsostek memberikan tanggapan atas hal-hal yang disampaikan dengan menyatakan bahwa dibutuhkan dukungan semua pihak agar program Jamsostek dapat diterima dan dipahami oleh pihak-pihak yang terlibat, untuk itu diharapkan dukungan kerjasama dari LPJKD-Sumut menjembatani ke dunia usaha jasa konstruksi di Sumut bersama-sama dengan Tim Pembina Jasa Konstruksi Propinsi dan Kabupaten/Kota.
Untuk menindaklanjuti pertemuan ini kedepan Jamsostek dan LPJKD Sumut akan melaksanakan kegiatan sosialisasi bersama.

Saturday, August 8, 2009

PELATIHAN PENGEMBANGAN PJT

Pelatihan pengembangan PJT (Penanggungjawab Teknik) badan usaha angkatan I di buka oleh Ketua Bidang Pendidikan & Pelatihan, Ir. Jonner Hutagaol, pada tanggal 08 Agustus 2009 jam 09.30 WIB, di Kantor LPJKD-SU Jl.Alfalah 22 Medan, terlambat 30 menit dari yang direncanakan, mengingat jumlah peserta yang hadir pada jam 09.00 WIB masih sangat sedikit.
Pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan dan mengembangkan kinerja PJT badan usaha jasa konstruksi yang pada kesempatan ini khusus diberikan kepada PJT badan usaha Gred 2-4 (Golongan Kecil).
Permintaan agar mendaftarkan anggota kepada asosiasi perusahaan telah jauh2 hari disampaikan oleh DP LPJKD-SU, namun ternyata animo sangat sedikit, walau telah dicoba membagi peserta per asosiasi secara proforsional. Pada saat pembukaan pelatihan jumlah peserta yang hadir hanya 11 orang dari target 20 peserta perangkatan.
Pelatihan ini direncanakan untuk 5 angkatan untuk tahun anggaran 2009 dengan jumlah peserta 20 orang per angkatan.
Jumlah kehadiran peserta ini sangat mengecewakan, sehingga kedepan diharapkan perhatian pimpinan asosiasi perusahaan untuk mengirimkan anggotanya, khususnya yang berdomisili di Kota Medan sekitarnya.
Materi Pelatihan Pengembangan Kinerja PJT badan usaha Gred 2-4 ini adalah:
  • Peraturan perundang-undangan Jasa Konstruksi
  • Peraturan LPJK 11a, 12a.
  • Manajemen Proyek.
  • Keuangan Proyek.
  • SMK3.
  • Etos & Etika Kerja.

Instruktur:

  1. Ir. Goentono.
  2. Ir. Robertman Sirait.
  3. Ir. Murlan Tamba.
  4. Ir. Nazrul Chaniago.
  5. Ir. TMR. Simatupang.
  6. Ir. Murniati Pasaribu.

Angkatan ke II direncanakan dilaksanakan pada hari Sabtu, 15 Agustus 2009 dimulai jam 08.30 WIB (Registrasi Ulang Peserta), diharapkan kehadiran peserta tepat waktu.

Semoga upaya kecil ini dimanfaatkan asosiasi perusahaan untuk meningkatkan kemampuan anggotanya dan bermanfaat bagi pengembangan jasa konstruksi di Sumatera Utara khususnya.

Friday, August 7, 2009

KUNJUNGAN BSA/UPS PROFESI & BSK

Pelaksanaan tugas Lembaga dalam kerangka Registrasi Sertifikat Keahlian dan Sertifikat Keterampilan sebagaimana diatur didalam SK LPJKN No: 70, 71 dan 112, 113 yang juga merupakan bagian dari program kerja LPJKD-SU tahun 2009 dimulai dengan menunjungi ASTTI (7 Juli 2009), HPJI (31 Juli 2009), Polmed (3 Agustus 2009), ATAKI (5 Agustus 2009) oleh Ketua Bidang Registrasi, Staff Bapel dan didampingi oleh Sekretaris Umum.

Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kegiatan Sertifikasi, meminta/mendapatkan data2 yang dibutuhkan (data asosasi, standar kompetensi, tolok ukur, modul, dll), serta menyampaikan kuesioner. Disisi lain kunjungan ini diharapkan semakin memotivasi perangkat yang terlibat dalam sertifikasi agar bekerja lebih profesional berdasarkan aturan yang berlaku serta mentaati semua standar yang diajukan masing2 pada saat akreditasi oleh LPJKN.

Data base tenaga ahli/terampil yang didapatkan dari masing2 asosiasi/diklat akan di olah untuk mendapatkan gambaran kondisi/potret ketenagakerjaan di bidang jasa konstruksi di Sumatera Utara dan kedepan LPJKD-SU berencana membuat sistem data base tenaga ahli/terampil sehingga lebih mudah melihat kebutuhan bidang/sub bidang keahlian/keterampilan yang harus dilatih.


Beberapa catatan selama kunjungan yang dilakukan:


  • Belum optimalnya kemandirian asosiasi profesi/diklat dimana sebagian masih menumpang kantor pada asosiasi perusahaan.


  • Adanya MOU antar asosiasi berpotensi mengurangi independensi BSA, UPS, BSK.


  • Belum sepenuhnya memenuhi aturan yang ada baik pengadministrasian/file, dan proses yang seharusnya.


  • Belum adanya persiapan menghadapi proses perpanjangan SKA, SKTK per 3 tahun yang akan mulai pada tahun 2010.

Tuesday, August 4, 2009

Study Banding LPJKD-Sulut

LPJKD Sumut menerima kunjungan kerja/study banding DP LPJKD Sulut yang didampingi oleh Tim Pembina Jasa Konstruksi Sulut pada hari Senin, 03 Agustus 2009 sejak 10.30 s/d 16.15 WIB di Kantor LPJKD Sumut, Jl. Alfalah 22 Medan.


Rombongan sejumlah 10 orang, yaitu Tim Pembina Jasa Konstruksi Sulut sebanyak 5 orang terdiri dari: Ibu Marieta K (As. Ekbang/Ketua Tim), CH.R.Taroreh (Sekretaris), Meki Onibala (Karo. Pembangunan), E. Wilan (Kabag. Biro Pembangunan), A. Marus (Kasub. DPU). Dan DP LPJKD Sulut sebanyak 5 orang yang terdiri dari: Nico Ranti (Ketum), Pierre Gosal (Sekum), Audie Rumayar (Kebid.Perusahaan), Fanny A Wulur (Kebid.Registrasi), Joseph Rengkung (Kebid.Prolima).

Acara dimulai ucapan selamat datang dari Ketum LPJKD Sumut dan sekaligus saling memperkenalkan diri, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan tentang pelaksanaan tugas dan tanggungjawab Bapel, antara lain LPJKD Sumut menyampaikan SOP pengurusan registrasi SBU, SKA, SKTK dan legalisasi sebagaimana ditetapkan oleh DP LPJKD Sumut dalam uraian Tata Kelola dan flow chart, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ruang kantor dan melihat langsung proses kerja di Bapel LPJKD Sumut.
Setelah makan siang bersama, acara dilanjutkan dengan pemaparan dan diskusi yang disampaikan oleh Tim Pembina Jasa Konstruksi Sumut dan DP LPJKD Sumut dipandu langsung oleh Ketum DP LPJKD Sumut, Ir. Murniati Pasaribu.
Tim Pembina Jasa Konstruksi Sumut diwakili oleh Ir. Alwin (Karo.Pembangunan/Wakil Ketua Tim), Zainuddin (Kabag.Biro Pembangunan) serta M.Asri Sirait (Staff Biro Pembangunan), dan DP LPJKD Sumut yang turut hadir adalah Ir. Murniati Pasaribu (Ketum), Ir. Robertman Sirait (Sekum), Ir. Rikardo B Manurung (Kebid.Prolima), Drs. Ir. Edi Usman (Kebid.Perusahaan), Ir. Tavip K Mustafa (Kebid.Registrasi), Ir. Ruslan Girsang (Anggota), Ir. Robinson Sijabat (Anggota).
Diskusi berlangsung hangat dan konstruktif dimana masing-masing pihak menyampaikan kondisi dan pengalaman selama menjalankan tugas dan fungsi selaku Pembina maupun selaku DP LPJKD.
Pada sesion terakhir Rombogan Sulut diwakili oleh Ibu Marieta K (As.Ekbang) menyampaikan rasa terimakasih atas penerimaan dan penjelasan yang telah diberikan dan berharap bahwa ke depan akan terus menjalin kerjasama demi kemajuan jasa konstruksi di daerah masing-masing.


Sebagai simbol penerimaan dan pelepasan rombangan Sulut meningggalkan LPJKD Sumut, kepada Ibu Marieta K mewakili Pembina di ulosi oleh Ketum DP LPJKD Sumut, dan Bapak Nico Ranti mewakili DP LPJKD Sulut di ulosi oleh Ir. Alwin (Wakil Ketua Tim Pembina Sumut).


Semoga kunjungan ini memberi manfaat bagi LPJKD Sulut dan LPJK Sumut dalam mengemban tugas dan tanggungjawab masing-masing. Horas 3x.

Kaukus LPJKD se Indonesia

Kaukus LPJKD se Indonesia dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2009 di Hotel Golden Flower Bandung, yang di hadiri 22 LPJKD dan DP LPJKN, Bachtiar R Ujung selaku PLT. Ketum, Dadan K (Sekum), Bachtiar Sirajuddin, Garwono, Chudry S, Ilham Purnomo serta Chatarinus S (MP LPJKN), DP LPJKD Provinsi Sumatera Utara diwakili oleh Ir. Murniati Pasaribu (Ketum), Ir. Robertman Sirait (Sekum).
Sambutan pembukaan disampaikan oleh PE Indarto selaku koordinator kaukus dan Bachtiar R Ujung mewakili DP LPJKN yang pada intinya menyampaikan bahwa kegiatan kaukus LPJKD akan bermanfaat dalam menjalin kebersamaan dan meningkatkan kinerja LPJK secara keseluruhan serta merupakan forum diskusi antar LPJKD dan juga dengan LPJKN sehingga terbangun saling pengertian dalam menyikapi berbagai kebijakan dan pelaksanaan aturan yang ada.

Tujuan Kaukus LPJKD se Indonesia adalah:

  • Lebih saling mengenal dan lebih mempererat hubungan antar LPJKD.
  • Sebagai sarana komunikasi dan koordinasi antar LPJKD.
  • Upaya menyatukan persepsi dalam pelaksanaan fungsi dan peran LPJKD, terutama dalam menghadapi masalah dan kendala aktual yang dihadapi oleh LPJKD, LPJKN.

Beberapa Catatan dalam diskusi bersama LPJKN:

  1. Perlu diupayakan peningkatan kemampuan menejerial tenaga ahli/terampil terutama badan usaha Gred 2-4.
  2. LPJKN agar membuat matriks Bakuan Kompetensi Nasional dengan melibatkan stake holder.
  3. LPJKN agar menetapkan Road Map Jasa Konstruksi sebagai tolok ukur kinerjanya.
  4. Badan arbitrase dan mediasi jasa konstruksi perlu segera direalisasikan.
  5. Perimbangan keuangan LPJKN-LPJKD agar ditingkatkan realisasinya, dan jika memungkinkan agar diupayakan adanya bantuan bagi LPJKD yang hanya memiliki sedikit badan usaha yang teregistrasi.
  6. Perlu sinkronisasi program kerja LPJKN - LPJKD sehingga berjalan dengan baik.
  7. LPJKN agar mempercepat penerbitan aturan tentang akreditasi asosiasi.
  8. Perlu penyempurnaan system STI LPJKN, terutama data statistik SBU, SKA, SKTK.
  9. Kaukus mendatang di rencanakan dilaksanakan di Bali pada medio Nopember 2009.
  10. Materi bahasan kaukus agar di komunikasikan lebih dahulu melalui mailing-list kaukus LPJKD.

Koordinator Nasional : PE. Indarto (LPJKD-Jabar)

Wilayah Sumatera : LPJKD Sumut

Wilayah Jawa : LPJK DKI

Wilayah Kalimantan : LPJKD Kaltim

Wilayah Sulawesi-Papua : LPJKD Sulsel

Wilayah Bali, NTB, NTT : LPJKD Bali

Friday, July 3, 2009

Site Visit Bandara Kualanamo




Menyikapi berita yang simpang siur tentang proyek Bandara Kualanamo, DP LPJKD-SU didampingi oleh Pimpinan Asosiasi dan MP LPJKD-SU telah melaksanakan tinjauan lapangan yang diterima oleh Satker Direktorat Teknik Bandar Udara Dirjend. Perhubungan Udara pada hari Kamis, 02 Juli 2009.


Pertemuan dimulai dengan penjelasan pihak Satker tentang kondisi terakhir proyek termasuk progress tercapai per 28 Juni 2009 yang hanya mencapai 16,92% untuk Pembangunan Sisi Udara, sementara sisi darat tidak diketahui.


Pada kesempatan ini DP LPJKD-SU meminta ketegasan jawaban tentang sinyalemen adanya permasalahan di Runways (adanya pemompaan lumpur dari jalur Runway) yang dijawab oleh Satker bahwa hal tersebut tidak benar dan tidak ada dilakukan, namun jalur Runway benar berada pada kondisi tanah lunak yang mencapai kedalaman antara 3-15 meter.


Untuk mencapai konsolidasi optimunnya dipilih metode pemasangan Vertikal Drain dan Preloading, yang dilakukan secara bertahap.


Setelah diskusi dan tanya jawab antara rombongan LPJKD-SU dengan Satker berakhir dilanjutkan dengan peninjauan lapangan.
Berdasarkan penjelasan pihak Satker dan setelah meninjau lapangan proyek, patut dipertanyakan janji-janji bahwa akhir 2009 bandara telah selesai, sementara target Satker progess akan tercapai akhir 2010 dengan pemberian dana yang dibutuhkan lebih dari 2 triliun, bila tidak ada kucuran dana sebesar itu, penyelesaian Bandara Kualanamo akan meleset lagi.
Disisi lain dibutuhkan dukungan pihak terkait untuk menyediakan sarana prasarana jalan menuju Bandara yang pembesan lahannya masih terkendala, jalur kereta api, jalan tol, listrik dll secara simultan.